INSTALASI DEBIAN VIA VIRTUAL BOX

 INSTALASI DEBIAN VIA VIRTUAL BOX



Siapkan file ISO Debian 9.7 dan aplikasi Virtual Box

Langkah-langkah :

1. buka aplikasi Virtual Box

2. Klik pada pilihan New 

3. Masukkan nama file yang akan di instal


4. Pilih folder untuk menempatkan mesin

5. Pilih Linux sebagai OS (Operating System) > klik next

6. Biarkan 1024 MB untuk ukuran memori > next
7. Pilih "Create virtual Hard disk right now" untuk membuat hard disk virtual didalamnya > create
8. Pilih VDI untuk tipe hard disknya > next

9. Kemudian pilih Dynamicly allocated untuk menentukan lokasi file di hardisk fisik nya > next

10. Atur ukuran Virtual Hard disk dan biarkan lokasi nya > create
11. Setelah berhasil membuat hard disk virtual, pilih Setting 
12 Kemudian masukkan file ISO Debian 9.7 pada kolom Storage

13. Centang pada kolom Live CD / DVD 
14. Lalu di pengaturan Network ubah adapter 1 menjadi Host Only Adapter > ok
15. Setelah mengubah Settingan nya klik Start 
16. Pilih Install
17. Pilih bahasa untuk menginstal
18. Pilih Other pada pilihan negara

19.Pilih Asia
20. Pilih Indonesia
21. Selanjutnya pilih United States
22. Pilih American English untuk bahasa keyboard
23. Pilih go back pada pilihan untuk melanjutkan tanpa rute bawaan

24. Masukkan nama server address, jika tidak ingin dapat langsung pilih Continue 
25. Setelah itu masukkan Hostname > continue 
26. Langsung pilih Continue pada tampilan Domain name

27. Masukkan Root Password > continue
28. Masukkan kembali Root Password > continue

29. Masukkan Full Name untuk User
30. Pada tampilan username biarkan seperti itu > continue 
31. Masukkan Password User > continue
32. Masukkan kembali Password > continue
33. Pilih Western pada pilihan kota untuk zona waktu
34. Setelah itu pilih Manual untuk membuat partisi secara manual
35. Pilih Hard disk yang akan dibuat partisinya
36. Pilih Yes untuk membuat partisi
37.  Pilih Free Space
38. Kemudian pilih Create New Partition untuk membuat Partisi
39. Tentukan ukuran partisi yang akan dibuat
40.  Pilih Primary untuk tipe partisi nya

41. Setelah itu pilih Beginning
42. Done Setting up the Partition 
43. Kemudian buat partisi untuk system dengan memilih Free Space
44. Pilih Create new Partition
45. Tentukan jumlah ukuran partisi dengan mengkali dua kan jumlah ram komputer > continue
46. Pilih Logical untuk tipe partisi nya
47. Setelah itu pilih beginning
48. Pilih Use as : Ext4 journaling file system untuk menyettingnya menjadi swap area
49. Pilih Swap Area
50. Done setting up the partition
51. Kemudian buat 1 partisi lagi untuk data
52. Create a new partition
53. Biarkan ukurannya sesuai jumlah sisa partisi > continue
54. Pilih Primary
55. Pilih Mount point : /home untuk mengubah menjadi namanya menjadi data
56. Pilih enter manually untuk mengubah secara manual
57. Ubah /Home menjadi /data... > continue
58. Setelah itu done Setting up the parttion
59. Pilih finnish jika sudah selesai membuat partisi pada hard disk virtual
60. Pilih yes untuk menetapkan perubahan pada hard disk
61. Pilih No untuk tidak men scan CD/DVD lain
62. Pilih No pada tampilan network miror
63. Pilih No lagi pada tampilan berikutnya
64. Untuk memilih standar sistem perangkat lunak untuk di instal, hilangkan bintang pada kolom-kolom di tampilan ini kecuali pada kolom paling bawah
65. Pilih Yes untuk menginstal GRUB Boot Loader
66. Pilih harddisk untuk perangkat penginstalan Boot loader
67. Pilih Continue untuk menyelesaikan penginstalan
68. Setelah tampilan menjadin hitam, login menggunakan Fullname dan passwordnya
69. Setelah itu ketik su > enter

70. Setelah itu masukkan Root Password hingga berhasil login
71. Setelah berhasil Login ketik "nano /etc/network/interfaces" > enter 
72. Hingga tampilan menjadi seperti pada gambar
73. Setelah itu ganti Dhcp menjdi static ,kemudian tambahkan dibawahnya "adresss (ip address komputer)/24
gateway (ip gateway komputer) dns-nameservers (dns komputer) lalu klik enter
74. lalu Simpan dengan mengetik ctrl+x > y > enter

75. Setelah itu ketik reboot dan enter, login kembali seperti awal
76. Ketik "ip a" untuk mengecek ip 
77. Jika Ip sudah benar, keluar dari mesin, pilih power off the machine
78. Buka kembali Virtual Box, pilih setting > network
79.  Centang pada kolom adapter 2 dan pilih adapter menjadi Host only adapter lalu klik ok

80. kemudian start kembali

81. login, lalu ketik nano /etc/network/interfaces klik enter
82. Setelah itu tambahkan dibawah dns nameservers "allow-hotplug enp0s8 iface enp0s8 static"
83. Dan dibawahnya masukkan "address ip/24" 
84. kemudian reboot  lalu login kembali, cek ip dengan mengetik "ip a" > enter
85. Jika sudah benar, keluar dari mesin dan ganti adapter 1 menjadi bridge
86. Masuk kembali > login > lalu coba ping 8.8.8.8 dan ping google.com, jika tidak bisa coba ketik nano /etc/resolv.conf klik enter lalu masukkan nameserver seperti pada gambar kemudian save 
87. Coba ping 8.8.8.8 dan google.com kembali hingga berhasil me reply
88. Selesai














































 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Instalasi Linux Ubuntu pada VirtualBox

Instalasi Windows 10 pada VirtualBox

Remastering OS Linux Ubuntu menggunakan Cubic