Konfigurasi Dasar Mikrotik
Konfigurasi Dasar Mikrotik
Konfigurasi Dasar Mikrotik adalah langkah awal untuk menghubungkan jaringan lokal (client) ke internet. Proses ini meliputi pengaturan IP address, gateway, DNS, serta NAT (Network Address Translation) agar client dapat mengakses internet dengan lancar.
Topologi :
Hal pertama yang saya lakukan pada praktikum Jaringan Komputer pertemuan pertama
ialah melakukan konfigurasi Ip DHCP Client yang bertujuan untuk mendapatkan Ip secara
dinamis dari port interface yang terhubung ke ISP (Internet Service Provider), cara
konfigurasinya adalah Klik Ip > DHCP Client > Tambahkan untuk interface yang
terhubung kearah ISP. Jika statusnya Bound maka kita berhasil mendapatkan Ip address
secara Dynamic dari ISP Disini saya mendapatkan Ip address dari port yang terhubung
ke internet yaitu 10.25.149.169/24
Kemudian saya menyetting Ip DNS (Domain Name Server) yang berfungsi untuk mentranslasikan Domain dari Web menjadi dalam bentuk Ip address sehingga router bisa mengakses domain dari web dengan Ip DNS sehingga bisa terhubung ke internet, dengan cara Ip > DNS. Disini saya menggunakan DNS dari Google agar dapat terkoneksi dengan internet yaitu 8.8.8.8
Selanjutnya saya melakukan konfigurasi Ip address yang bertujuan untuk memberikan Ip
address pada router yang saya konfigurasikan pada port yang mengarah ke port interface
client sebagai gateway yang mengubungkan Router degan client, dengan cara klik tanda
tambah > atur interface serta ip address yang ingin ditambahkan. Disini saya menggunakan
network 192.168.10.0 dan menggunakan
/24 yang dimana mempunyai 254 host yang bisa digunakan nantinya.
Ether 2 : 192.168.10.1/24
Ip DHCP Server
Kemudian disini saya melakukan konfigurasi Ip DHCP Server yang berguna supaya client
bisa mendapatkan Ip secara dinamis tanpa harus menyetting manual, sehingga dapat
mengefisiensikan koneksi client agar terhubung ke internet, dengan cara Ip > DHCP Server
> DHCP Setup > lakukan settingan sesuai dengan kebutuhan client. Disini saya membuat Dhcp Server untuk masing-masing port ether 2.
Kemudian saya melakukan konfigurasi Ip Firewall NAT yang berfungsi untuk
mentranslate Ip public (internet) menjadi ip private yang dapat kita akses, dengan cara Ip
> Firewall > NAT > tambahkan kemudian masukkan out interfacenya yaitu interface yang
mengarah ke internet dan berikan actionnya masquerade yang memberikan akses ip private
ke internet. Disini saya menggunakan ether 1 karena interface yang terhubung ke internet
merupakan ether 1
Test Ping
Ketika semua konfigurasi tersebut telah dilakukan, maka client kita sudah bisa
mendapatkan ip address secara dinamis yang diberikan oleh router serta kita juga sudah
bisa mengakses internet dengan konfigurasi Firewall NAT sebelumnya, untuk
pengetesannya kitab isa melakukan Ipconfig di terminal client dan melakukan ping ke
google.com/8.8.8.8 jika me reply maka artinya client telah berhasil terhubung ke internet.

Komentar
Posting Komentar