Konfigurasi File Server

 KONFIGURASI FILE SERVER DI VIRTUALBOX


File server adalah sebuah server yang ditunjuk menjadi sentral dalam suatu jaringan komputer. Tugasnya di sini adalah memfasilitasi orang-orang yang  memang diberi kewenangan untuk mengakses  storage yang berisi berbagai macam data. 

Fungsi : 

1. Pusat Penyimpanan (Sentralisasi)
Menjadi satu pintu utama untuk menyimpan data. User bisa akses file dari mana saja dan kapan saja (berbasis cloud/jaringan) selama ada koneksi internet.

2. Backup Otomatis
Sistem akan mencadangkan data secara otomatis. Ini jauh lebih aman dan praktis dibanding cara konvensional (simpan manual di flashdisk/harddisk internal) yang berisiko datanya hilang kalau lupa di-backup.

3. Pemulihan Data (Recovery)
Melalui fitur seperti Volume Shadow Copies, server bisa mengembalikan file yang terhapus atau rusak akibat kesalahan edit. Sistem biasanya menyalin data secara rutin (misal: 2 kali sehari).

4. Kontrol Akses Pengguna
Keamanan lebih terjaga karena akun dan password dikelola secara terpusat. Admin bisa dengan mudah menambah user baru atau memblokir akses (log out otomatis) bagi karyawan yang sudah tidak bekerja.

5. Monitoring Aktivitas
Dengan tambahan software, server bisa memantau apa saja yang dilakukan user, termasuk mencegah akses ke website berbahaya. Ini berfungsi sebagai "satpam" digital untuk meminimalisir risiko serangan siber.

Konfigurasi File Server : 

1. Langkah pertama untuk melakukan konfigurasi DNS Server pada VirtualBox, disini kita bisa menjalankan terlebih dahulu VM Linux Ubuntu, dengan klik pada VM  >  Start.


2. Selanjutnya kita bisa masuk ke dalam terminal Linux Ubuntu, dan masuk ke dalam User Root untuk mendapatkan akses penuh dengan menggunakan perintah sudo -i  >  masukkan Password.


3. Setelah itu kita perlu memberikan IP Address pada Server Linux Ubuntu nya agar berada dapat terhubung dalam jaringan, dengan mengakses file konfigurasi IP Address pada /etc/netplan/50-cloud-init.yaml  >  kemudian berikan konfigurasi IP Address seperti gambar di bawah. 


4. Kita bisa cek hasil konfigurasi IP Address nya dengan memberikan perintah ip a, Pastikan IP Address nya sudah sesuai dengan yang di setting sebelumnya.


5. Disini kita akan mencoba menggunakan layanan samba untuk menjalankan file server, jadi kita perlu menginstall package nya terlebih dahulu mengguakan perintah apt install samba  >  y.


6. cek hasil instalasinya dengan perintah dpkg -l samba, pastikan ada package samba


7. Selanjutnya kita bisa coba membuat folder untuk pengetesan nantinya, pada /home, disini kita akan membuat 2 folder yaitu data dan master  >  atur penuh hak aksesnya dengan perintah chmod 777 data dan chmod 777 master  >  lalu kita bisa membuat user untuk mengakses file servernya dengan memberikan perintah adduser masukan nama user  >  lalu setting password untuk akses samba dengan perintah smbpasswd -a user.


8. Pada file konfigurasi samba kita perlu memberikan script untuk menentukan jalur serta akses nya, pada /etc/samba/smb.conf  >  atur path, valid users, browseable, writeable, guest ok seperti pada gambar.


9. Untuk pengecekkan DNS selanjutnya pada komputer kita perlu menyetting Network Adapter Linux Ubuntu kita menjadi Host Only supaya dapat terhubung dengan komputer fisik, Matikan VM  >  Network adapter : Host Only  > Nyalakan VM



10. Setting IP address pada komputer fisik agar berada pada 1 jaringan yang sama dengan masuk ke pengaturan Network and Sharing Center, dengan Windows + R  >  Ketikkan ncpa.cpl  >  OK.


11. Setting IP addressnya menggunakan network yang sama dengan server Linux Ubuntu, pilih interface VirtualBox  >  Internet protocol version 4  >  Masukkan IP addressnya.



12. Setelah itu untuk mengaksesnya kita bisa mengakses IP address dari server Linux Ubuntu kita dengan windows + R  >  masukkan IP address Linux Ubuntu >  OK


13. Kita akan disuruh untuk memasukkan username dan password untuk mengaksesnya, masukkan user dan password yang sebelumnya telah kita buat  >  OK.


14. Setelah masuk disini kita bisa melihat kedua folder yang sebelumnya telah kita buat yaitu data dan master.


15. Pada folder data disini kita bisa tes dengan membuat sebuah file .txt 


16. Kemudian cek pada Linux Ubuntu kita pastikan file tersebut muncul di data, jika sudah maka konfigurasi File Server kita telah berhasil. 

























Komentar

Postingan populer dari blog ini

Instalasi Linux Ubuntu pada VirtualBox

Instalasi Windows 10 pada VirtualBox

Remastering OS Linux Ubuntu menggunakan Cubic